Visi, misi, dan nilai-nilai inti Adventure Disciple


VISI

Menjadi pusat pembentukan murid-murid Kristus yang berani, penuh sukacita, dan transformatif melalui pengalaman petualangan rohani dan fisik—tempat di mana alam ciptaan menjadi ruang sakramental untuk bertemu Allah, mengenal diri, dan melayani sesama dalam semangat kasih persaudaraan universal.


MISI

  1. Membangun Pertemuan Personal dengan Kristus
    Merancang pengalaman retret dan pelatihan berbasis petualangan (bushcraft, navigasi alam, api unggun reflektif) yang mengantar peserta pada encounter pribadi dengan Yesus Kristus—Sang Guru dan Sahabat Sejati—melalui doa kontemplatif, Sabda Allah, dan keheningan alam.
  2. Membentuk Murid yang Berani dan Penuh Belas Kasih
    Mengintegrasikan nilai-nilai Injil (agape, kerendahan hati, pengampunan, pelayanan) dalam tantangan petualangan fisik, sehingga peserta belajar menjadi murid yang berani mengambil salib harian (Luk 9:23) sekaligus lembut hati seperti Kristus (Mat 11:29).
  3. Menghidupkan Pastoral yang Menyertai (Accompaniment)
    Menerapkan pendekatan pastoral sinodal: mendengarkan aktif, berjalan bersama dalam perjalanan iman setiap pribadi, dan menciptakan ruang aman untuk pertobatan, rekonsiliasi, serta pertumbuhan rohani tanpa paksaan—sesuai semangat Evangelii Gaudium.
  4. Mengaktualisasikan Panggilan Stewardship atas Ciptaan
    Mengajarkan penghargaan terhadap alam sebagai karunia Allah (Kej 2:15) melalui praktik petualangan yang ekologis, berkelanjutan, dan penuh syukur—menghidupkan semangat Laudato Si’ dalam setiap kegiatan.
  5. Membangun Komunitas Murid-Murid yang Misioner
    Menumbuhkan kepemimpinan pelayanan (servant leadership) yang berakar pada Kristus, sehingga peserta kembali ke paroki, sekolah, dan keluarga sebagai “garam dan terang” (Mat 5:13-14) yang menghidupkan Gereja domestik dan masyarakat.

NILAI INTI (Berakar pada Ajaran Sosial Gereja & Spiritualitas Ignasian)

  • Cura Personalis: Menghormati martabat unik setiap pribadi sebagai citra Allah; pendampingan disesuaikan dengan tahap pertumbuhan iman masing-masing.
  • Magis dalam Alama: Menemukan Allah dalam segala hal (Deus in omnibus)—dalam gemericik air, ketegangan mendirikan tenda, maupun keheningan malam di bawah bintang.
  • Keamanan sebagai Wujud Kasih: Setiap aktivitas petualangan dirancang dengan standar keamanan tertinggi sebagai bentuk penghargaan atas tubuh sebagai Bait Roh Kudus (1 Kor 6:19). Partisipasi selalu sukarela, tanpa tekanan (no coercion).
  • Rekonsiliasi sebagai Inti: Menyediakan ruang untuk pertobatan, pengampunan, dan pemulihan relasi—dengan Allah, sesama, diri sendiri, dan ciptaan—melalui Sakramen Rekonsiliasi dan latihan empati (seperti surat untuk orang tua).
  • Sukacita Injili: Menghindari spiritualitas yang suram; setiap kegiatan diwarnai kegembiraan, tawa, dan kebebasan batin yang berasal dari Kristus yang bangkit.

AYAT PANDUAN

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)
“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” (Matius 28:19)